Seindah senyuman dipagi hari, sedamai embun hiasi pagi. secerah warna mentari dan semangat para insan dibumi saat pagi hari.
aku berlari tanpa henti diiringi tawa yang riang gembira,menyusuri jalan jalan kota dan menikmati serpihan angin sejuk.
"Yumi!jangan cepat cepat"seru Yuzin padaku
"ya,yuzin kau lambat"celotehku padanya
"kau saja yang terlalu bersemangat"ucap Yuzin
"apa?terlalu bersemangat?dasar kau saja yang lambat"gerutuku padanya
Yuzin adalah sahabatku dari TK hingga aku sekarang saat SMA pun kami selalu bersama sama bisa dibilang aku seperti bayangan Yuzin yang selalu ada didekatnya.mungkin orang berfikiran kalau kami pacaran.padahal sebenarnya tidak.walaupun aku mencintai Yuzin dan mulai menganggapnya seorang laki laki dewasa saat Yuzin kelas 3 SMP dan saat itulah aku mulai mencintainya.Yuzin orang yang pandai Matematika,dia sering dikirim sekolah untuk olimpiade,selain itu hobby Yuzin adalah Melukis.dia suka melukis berbagai pemandangan yang ada dalam imajinasinya.
sebenarnya aku juga suka melukis hanya saja tidak semahir dan sebagus Yuzin,tapi karena ingin selalu bersamanya aku ikutan klub kesenian dan lukisanku paling jelek tak apalah semua demi Yuzin.Yujin bahkan pernah bilang"emm..lukisanmu tidak berkembang"aku hanya berkata"kan tahap belajar"dia hanya diam.aku orangnya tidak mementingkan penampilan.bahkan seringkali kaoskaki yang aku pakai suka ketuker,dan Yuzin orang pertama yang paling bawel dalam hidupku kalau aku berbuat sembarangan dialah yang suka komentar.terus hobby aku nonton drama drama yang romantis,misalnya drama korea.aku juga suka horor.intinya hobby aku nonton.
aku juga suka sekali hujan.karna,serasa ada kedamaian dalam hujan itu.
"Yumi!"panggil Yuzin padaku ketika tidak terasa sudah sampai dikelas.
"apa?"tanyaku jutek
dia menjembil pipiku "auu"ucapku kesakitan "apa sih!?"gerutuku
"kamu itu,yah..tetap gak berubah.lihat tuh kaoskaki mu!"kata Yuzin
aku cengengesan"aku buru buru.habis kamu menjemputku terlalu pagi"
"kamu saja pemalas"
"ah..sudah!kamu selalu membuatku emosi"
"yasudah.contekan matematika batal!"Yuzin memalingkan muka
aku mendekatinya"yah..oppa,apa kamu tega padaku"manjaku
Yuzin terlihat geli "apa apa?oppa?"herannya
aku mengangguk dengan gaya manisku.Yuzin memegang keningku"sepertinya kau sakit" aku menepisnya "hey.." Yuzin malah tertawa "haha..rupanya menonton drama korea membuatmu sakit rupanya"
"BABO!Yuzin BABO!"teriakku
Yuzin menutup mulutku"ih..dasar bawel" "ih..dasar"gerutuku
kemudian Ibu Merkuri datang dan candaanku dengan Yuzin pun terhenti.
"pagi anak anak.."sapa Bu Merkuri
"pagi bu"jawad serentak
"sekarang kalian buka Bab 1 Hal 5 yah.."ujar bu Merkuri
"iya bu.."jawad seisi kelas kompak
Yuzin menarik kerudungku"auu.."aku berbalik"apa sih?"tanyaku sewot.
Yuzin duduk dibelakang bangkuku dan hobby nya selalu menarik kerudungku.kemudian dia memberikan buku padaku"nih.."ucapnya
rupanya itu contekan matematika untukku,asik..dalam hati aku senang.
aku tersenyum"gomawo oppa,oppa baik deh.."aku mengedip ngedipkan mataku
Yuzin menaikan alisnya"ih..dasar"katanya singkat
aku mesem mesem sendiri,sekilas Yuzin menatapku "apa?"tanyaku datar padanya,dia hanya memalingkan muka.dasar.
***
TENG TENG TENG
bel berbunyi tiga kali menandakan istirahat. Yuzin menarik kerudungku lagi.aku menyesal duduk didepannya.
"ih..apa sih"tanyaku
"ke kantin yuk!"ajaknya
aku menggeleng"tidak,aku bekal mau?"
"wah..siapa yang buat?"
"ibuku " dia menghampiri bangkuku "kalau gitu aku mau"
aku dan Yuzin sama sama memakan bekalku,kulihat Yuzin makan dengan lahapnya. aku tersenyum mengamatinya."kamu lapar atau doyan si?"candaku padanya. dia menghentikan makannya"dua duanya"katanya singkat.aku tertawa dia pun ikut tertawa. kebersamaan inilah yang selalu aku rindukan,rasanya aku tidak ingin berada jauh darinya.sudah 2 tahun aku memendam cinta padanya tapi,aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanku ini.aku terlalu takut,takut menimbulkan jera dan malah merusak persahabatan yang sudah terjalin sekian lama.dulu,waktu aku kelas 3 SMP aku mulai mencoba mengubah penampilanku yang apa adanya menjadi lebih anggun.seluruh seragam ku gosok licin dengan setrika dan ku tempeli bros motif bunga dikerudungku yang sebelumnya hanya menggunakan pentul.sepatuku kuganti dari yang sepatu sport menjadi sepatu pentopel yang elegan.alhasil saat disekolah semua memperhatikanku.dan berkata"Yumi,tambah manis deh.." "makasih"ucapku malu malu.Yuzin hanya diam saat setiap laki laki mendekatiku,entahlah kenapa dia jadi dingin saat itu.
dan aku memutuskan berpenampilan biasa lagi karna,aku tidak mau menjauh dari Yuzin.
"hey!"Yuzin mengagetkanku.aku tersadar dari lamunanku."apa?"tanyaku
dia menghela napas"kamu kenapa si?akhir akhir ini suka ngelamun,lagi mikirin aku ya?"candanya padaku.
"ih..geer"kataku
"kalau begitu,kenapa?"tanyanya
aku tersenyum"tidak apa apa"
"yasudah"dia meneruskan makannya lagi.
***
Matahari mulai memancarkan sinarnya yang terik,siang ini aku dan Yuzin bergabung dengan klub kami dan mulai menuangkan cat warna warni kekanvas putih.
"Yuzin"panggilku pelan pada Yuzin
"nih.."aku menyodorkan 3 amplop merah jambu yang dititipkan 3 adik kelasku tadi,yang terus memaksaku"ayo dong kak,kakak kan sahabatnya kak Yuzin sudah begitu satu kelas dan satu klub lagi"kata salah seorang diantara ketiga anak itu.aku mencoba tersenyum"kenapa tidak dikasih langsung?"tanyaku.
"kami malu kak"jawad ketiganya.aku menghela napas."baiklah"kataku."hore!makasih kak"ucap mereka kegirangan.nah..begitulah awal mula surat merah jambu ini.Yuzin tiba tiba tertawa"haha kamu ditembak cewe?kamu maco si."candanya.aku mulai jengkel dan mencubitnya"ini buat kamu bodoh!!"teriakku padanya.
Yuzin terdiam.dia menatap langit dalam."aku tidak mau memikirkan itu.aku ingin fokus sama hobiku dan cita citaku" katanya lembut.aku tersenyum.bagus Yuzin,karna aku tidak mau kehilanganmu.
setelah latihan klub selesai aku dan Yuzin pulang dengan mengendara sepeda birunya Yuzin,aku dibonceng dibelakang."Yuzin!"panggilku mencoba memulai percakapan."apa?"tanyanya.
"aku ingin tau,ketika kamu melukis apa yang kamu pikirkan?"tanyaku.
aku ingin tau Yuzin,dunia dalam lukisanmu karna,kamu seakan jauh dariku seakan ada jarak denganmu saat kamu sibuk menggores kuasmu.
"entahlah.Yumi,aku hanya ingin pergi kesuatu tempat yang aku lukis.dan aku selalu merasa bahagia saat aku melukis.kalau kamu?"dia balik bertanya. "a..aku...aku hanya senang"jawadku gugup."senang?"tanyanya tak mengerti."ah..sudahlah.lihat saja kejalan!" Yuzin menaikan alisnya.aku menghela napas.alasan aku melukiskan karna kamu Yuzin,masa aku harus bilang begitu?aku berpikir dalam hati.
***
"Yumi!!"Yuzin memanggilku keras."apa si?"tanyaku
"hari ini kita harus keklub,soalnya ada pemilihan anggota baru"kata Yuzin
"ah..malas.hari ini kan minggu"
"ini penting.sebagai anggota kamu harus ikut"
"gak mau malas.wee"aku menjulurkan lidahku.Yuzin menarik tanganku
"ayo!aku sudah susah susah kerumahmu"gerutunya
"rumah kitakan dekat"celotehku
"ah..ayo!!"Yuzin terus memaksaku.akhirnya aku ikut dengannya.
sekolah sepi saat ini.hanya klub kesenian yang beranggotakan 20 orang yang hadir dan 5 anggota baru yang terpilih,semuanya terdiri dari 1 wanita dan 4 laki laki.memang di klub kesenian lebih dominan laki laki dibanding perempuan.keseluruhan perempuan hanya ada 5 orang.
aku terus memandangi anak perempuan yang anggota baru itu.dia sangat imut.bahkan anggota klub laki laki terpesona melihatnya.aku beralih pandangan pada Yuzin yang sibuk mengurus formulir,bagaimana dengan pendapat Yuzin yah?tanyaku dalam hati.
"lihat Yumi"Siska dan yang lainnya menghampiriku."tebar pesona tuh.."celotehnya sambil menunjuk anggota baru itu."tapi,dia memang imut"kataku seadanya."kamu gak takut Yuzin juga terpikat?"tanya Siska.
"Yuzinkan sahabatku"ucapku datar.
memang aku hanya sahabatnya,lalu aku harus bilang apa.
setelah itu anggota baru itu sangat populer dikalangan laki laki,oh..iya namanya ternyata Aoi,tapi,dia selalu diganggu oleh anak anak yang sirik padanya. saat itu aku melihat dia didorong oleh seorang perempuan yang entah siapa aku tidak kenal, saat aku mau menolongnya tiba tiba Yuzin datang dan malah menolongnya. aku terdiam dan melihat mereka dari jauh."tidak apa apa?" tanya Yuzin padanya."iya,makasih kak.."ucap Aoi dengan raut muka manisnya.
aku sadar dibanding Aoi aku tidak ada apa apanya tapi rasanya aku tidak mau Yuzin menjauh dariku. tidak. tidak mau.
"Yuzin,aku minta penghapus" kataku pada Yuzin saat kami berdua sedang diruangan klub."nih" Yuzin menyodorkan penghapus.
TOK..TOK..
suara ketukan pintu. aku beranjak dan membuka pintu aku terkejut ternyata itu Aoi "eh..Aoi,ada apa yah?"tanyaku.
"em..em..ini kak" dia malu malu menyodorkan bekal makanan yang dibungkus rapih."..untuk kak Yuzin" lanjutnya. aku melirik Yuzin."maaf,tapi kurasa dia tidak mau." pikirku
"masa kak?" tanya Aoi heran.
lalu Yuzin menghampiri kami."eh..bekal untukku?" tanya Yuzin.
"i..iya kak" jawad Aoi gugup."sini,sayang kalau gak dimakan.makasih yah.." kata Yuzin.
Aoi tersenyum "sama sama kak".
aku tidak menduga kalau Yuzin akan menerima bekal itu. aku hanya bisa berdiri melihat mereka bergurau ria.
***
cuaca yang mendung semendung hatiku. untuk yang pertama kalinya aku tidak mengikuti latihan klub.aku termenung sendiri dikelas. meratapi serpihan sepihan daun yang jatuh dari pohon belakang sekolah.kubaringkan badanku setengah. aku mencoba tegar. kini seperti ada jarak diantara aku dan Yuzin.
"kak,kok masih disini?" tanya suara di belakangku.
aku berbalik. sudah ada Aoi dan Yuzin dibelakangku, mereka sepertinya hendak mengambil bangku untuk keperluan klub karna bangku diklub memang sedikit.
"hey,ayo keklub"ajak Yuzin
"gak.malas." jawabku ketus.
"kenapa?"Yuzin menghampiriku.
"gak apa apa." jawabku datar.
"ada masalah?"tanyanya lagi. aku hanya menggeleng. Yuzin mengelus elus kepalaku.membuat aku semakin ingin menangis.aku mencoba bertahan.
"kak,ayo kita keklub semua pasti sudah menunggu" kata Aoi
"iya" kata Yuzin. dia menatapku sekilas.
"kak Yumi kenapa si? sakit? atau kenapa? kalau sakit pulang saja kak."perkataan Yumi membuat aku kesal.
"GAK USAH IKUT CAMPUR!" tiba tiba perkataan itu keluar dari mulutku.Yuzin dan Aoi terkejut.
"ayo Aoi kita pergi" Yuzin menggandeng tangan Aoi dan meninggalkanku. mungkin dia kecewa melihat kelakuanku.
***
Olompiade Matematika sudah dekat, biasanya aku selalu menyemangatinya tapi kali ini bahkan aku tidak menemaninya latihan. maaf Yuzin.
"Yumi" ibuku memanggilku. "iya mah" jawabku mendekatinya. "sayang,keluarga Yuzin sedang ada urusan di Singapore, dia pasti sendirian dan belum sarapan, ayo antarkan."dengan ragu ragu aku mengangguk.
aku pergi kerumah Yuzin.rumahnya terlihat sepi.pintunya tidak dikunci,tapi tidak ada orang. aku rasa Yuzin sedang dikamar mandi atau sedang keluar rumah.ruang tamunya seperti biasa tertata rapih. aku memanggil manggil Yuzin tapi, tak ada jawaban. dengan memberanikan diri aku menaiki tangga menuju kamarnya. aku terkejut ketika melihat kamarnya disana terpangpang lukisan besar dan lukisan itu adalah lukisan seorang wanita yang sangat cantik dan manis. "mungkin itu Aoi." pikirku dalam hati. Yuzin mencintai Aoi.
"siapa?"tanya seseorang dari arah dapur.buru buru aku turun dari tangga dan menghampiri Yuzin "nih" kataku. belum sempat Yuzin bertanya. aku memutuskan segera pergi. aku tidak berani melihat wajahnya.
Disekolah semua sedang sibuk membuat poster poster penyemangat untuk yang melakukan olimpiade. aku hanya terdiam menatap mereka. seakan tak ada semangat.
"Yuzin kamu harus menang!" kata Sena teman Yuzin.
"aku ragu Sen.."kata Yuzin. membuat aku berbalik menatapnya. dia juga menatapku
"kenapa ada masalah?" tanya Sena
"tidak. hanya saja aku seperti kehilangan separuh jiwaku." Yuzin menjawab sambil terus memandangku. aku menunduk. menghela napas. apa maksudnya? batinku bertanya tanya.
Sena hanya bingung dengan ucapan Yuzin.
***
Yuzin merapihkan bajunya. dia akan bersiap mengikuti lomba. aku mendekatinya.
"SEMANGAT Yuzin!!" teriakku pada telinganya. Yuzin menutup telinganya
"BERISIK BODOH!" gerutunya. aku tertawa,Yuzin tersenyum "tapi,terima kasih" katanya.
"ada yang ingin aku katakan" kata Yuzin serius.
aku tersenyum "aku tau. kamu mau bilang mencintai Aoi kan? aku senang dan ikut bahagia jika kalian bersama." Yuzin terlihat bingung.
aku berlari menjauh darinya. aku tak bisa menahan tangisku. aku menangis di sebuah taman.
"BODOH!!BABO!!eh..sama aja. huakkkkk.." aku menangis seperti anak kecil. aku malu. tapi,aku sakit hati.
"Yuzin..aku suka kamu"ucapku pelan."huakkk..hiks hiks"aku menangis lagi.tiba tiba ada yang memberi minuman dari belakang."makasih,nanti kubayar"ucapku tanpa berbalik."tidak usah bayar"kata sipemberi minuman.aku menengok dan aku terkejut.ternyata dia adalah Yuzin."ah..PERGI!aku malu.jangan lihat.SANA PERGI!"aku berteriak."DASAR BODOH!"teriak Yuzin padaku
"yang aku sukai bukan Aoi.kamu salah paham"lanjutnya.aku terdiam.Yuzin mendekatiku."yang aku sukai adalah kamu Yumi.."aku tertegun."..setiap hari setiap jam dan detik kita selalu bersama dan aku tidak mau melepasmu Yumi.."dia menghela napas"aku seperti..ingin selalu menjadi napas untuk selalu kau hirup dan aku ingin menjadi embun yang menyambut pagimu.."lanjutnya.
aku menatapnya dalam"hiks..hiks.." aku terisak.
"lukisan dikamarmu itu siapa?" tanyaku. dia menjitak kepalaku "itu kan kamu. masa gak sadar si?" kata Yuzin.
"gak mirip!" kataku cemberut. Yuzin tertawa."itukan saat kamu kelas 3 SMP."
"oh..jadi kamu suka padaku dari kelas 3 SMP?" tanyaku.
Yuzin menggeleng "bukan dari kelas 6 SD"
"hhah? masa?"
"iya..saat kamu memelukku waktu aku dibawa kerumah sakit karna aku jatuh dari pohon dan terluka parah"
"oh..berarti..kamu sudah lama mencintaiku? kenapa gak bilang?"
"aku takut kamu tidak mencintaiku"
aku tertegun. "ternyata ketakutan kita sama." ucapku dalam hati. Yuzin memegang tanganku "tapi sekarang aku bahagia"
aku tersenyum.aku juga.sekarang bayanganku dan bayanganmu sudah bersatu.
"eh..kamukan harus ikut olimpiade." aku tersadar
Yuzin menatapku."kamu dukung aku dong!".
"iya,nanti aku mendukungmu.dan menyemangatimu..YUZIN SEMANGAT YUZIN SEMANGAT" teriakku kencang.
"ah..terlalu semangat itu mah" Yuzin geleng geleng.
"dasar bawel" celotehku.
"kamu yang bawel" gerutu Yuzin.
"kamu"aku mencubit Yuzin dan berlari.Yuzin mengejarku
kami berdua tertawa bersama.melihat mentari yang terus menyinari kami dan bayangan kami berdua.
END..