S erpihan hati dikala sedihku,senangku dan dukaku selalu ada ibu didalamnya.
ibu..aku bukan ratu yang harus selalu kau manjakan
aku juga bukanlah seorang putri yang selalu dibelai lembut dan tidak dinasehati.
akulah anakmu dengan segala kekurangan yang seringkali membuat ibu menangis.
aku adalah anak seorang penjual nasi kuning.ayahku meninggal saat usiaku 15 tahun,karna itu,tumpuan kami satu satunya adalah ibu.
awalnya ibuku sehat sehat saja tapi,hingga suatu hari kejadian naas itu terjadi.ibu mengalami kecelakaan dijalan raya saat ibu akan menuju kepasar mengantarkan nasi kuning.saat itu tiba tiba sepeda motor menyelip dari belakang dengan kecepatan tinggi dan menabrak ibuku yang sedang menyebrang jalan.saat itu aku hanya bisa menangis memanggil manggil"ibu..ibu..ibu.."rintihku dalam isak tangis yang tertahan karna ketakutan kehilangan ibu.aku adalah anak satu satunya yang ibu punya.dan ibuku adalah hal yang paling berharga satu satunya yang aku punya.
semenjak kejadian itu aku selalu mengingat orang yang telah menabrak ibuku.dia siswa SMA yang tidak punya hak sama sekali membuat ibuku menderita.sampai sekarang aku begitu membencinya.gara gara dia ibuku harus kehilangan kedua kakinya.ibuku mengalami lumpuh total.semua gara gara lelaki jahat itu!aku membencinya!
"Zia.."panggil ibu dengan lembut
"iya bu.."aku langsung menyahut dan mendekatinya
"ini nasi kuningnya,loh..kamu belum siap siap?teman temanmu pasti sudah kelaparan nunggu nasi kuningnya"kata ibu
"tenang bu,mereka biasa membeli nasi kuning pas istirahan saja."sahutku santai
"oo.."sahut ibu
sebenarnya aku malas sekolah.sekarang aku sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi aku harus mempersiapkan ke UNIVERSITAS.tapi,melihat kondisi ibu aku rasa aku tidak akan pernah menginjakkan kaki diUNIVERSITAS.bisa SMA saja aku sudah bersyukur.
"Zia,pergi dulu yah bu..assalamualaikum" aku berpamitan pada ibu dan mencium kedua tangannya.
"waalaikum salam..hati hati"jawad ibu.
aku menyelusuri jalanan yang mulai dipadati kendaraan.orang orang berlalu lalang dengan santai padahal sebentar lagi hampir jam masuk kerja.itulah perbedaan Indonesia dengan Jepang.sekarang pasti warga Jepang sudah terbirit birit karna hampir terlambat.
sebenarnya aku ingin sekolah diluar negri.membanggakan ibuku.tapi,apa aku bisa? pelajaran yang aku sukai hanya Sastra.dan aku minus di matematika.padahal kebanyakan beasiswa kan di sistim eksak.entahlah..tuhan..kenapa hidupku seperti ini?
"kak,"seorang anak kecil menarik seragamku.aku menatapnya iba.bajunya compang camping dan tanpa alas kaki.
"mau dengarkan suaraku"ucapnya.sepertinya dia pengamen pikirku dalam hati.lalu aku mengangguk.
dia tersenyum dan bernyanyi.suaranya cukup merdu buatku,setidaknya tidak mengganggu pendengaranku.
selesai bernyanyi aku memberikan uang receh 5000 padanya.dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih padaku.dan berlalu pergi.ternyata ada yang lebih menderita dari pada aku.tuhan..mungkin aku kurang bersyukur.
***
sesampainya digerbang sekolah aku langsung menuju kekelasku.tapi,tiba tiba Reyna menghampiriku dan menggandeng lenganku"kesini sebentar"katanya
"ada apa?"tanyaku heran.
"lihat!"dia berseru dan menunjuk kemading.dimading itu tertulis:
BAGI KALIAN YANG HOBI GAMBAR. BURUAN IKUTAN!!
GAMBAR BEBAS ASAL TAMPILAN MENARIK
PEMENANGNYA DAPAT TIKET JALAN JALAN DIJEPANG!!
BURUAN TUNGGU APA LAGI!!
aku tersenyum."apa aku bakal menang?"tanyaku
"coba aja dulu.aku yakin kamu bisa.kamu kan pintar gambar"kata Reyna memberi semangat
dengan percaya diri yang luar biasa aku mendaftar ke ketua panitia.aku adalah peserta ke 22 dan ternyata semuanya ada 50 peserta,kemudian disaring menjadi 20 peserta lalu,disaringlagi menjadi 10 peserta.barulah akan dikirim keJakarta dan ditandingkan lagi dengan sekolah sekolah lain hingga hanya ada 3 orang yang mendapat beasisiwa ke Jepang.
aku berlatih dengan kerasnya,karna persaingan cukup ketat.tapi berkat usahaku aku berhasil terpilih menjadi 10 besar.aku bahagia sekali.semakin hari aku semakin sering berlatih hingga melupakan membantu ibuku.
"Zia,bantu ibu sebentar"sahut ibu
"Zia sibuk bu,masih ada lomba"
ibu hanya terdiam.maaf bu,bukan bermaksud mengecewakanmu.gumamku dalam hati.
***
aku dan peserta lain yang lolos berangkat menuju Jakarta.
hatiku dag dig dug tak menentu,aku gemetar ketakutan.tapi,aku bersikeras untuk menang!aku pasti menang!!itulah hal yang terus aku ucapkan dalam hatiku.
setelah melakukan pembuatan gambar,pemenangnya pun diumumkan..
panitia mulai membacakan kertas putih kecil"pemenang lomba menggambar jatuh pada...Alfa,Tiara dan Zia!!"
aku tersungkur dalam tangisku.aku bahagia saat itu.aku menangis tapi,untuk yang pertama kalinya ini tangisan bahagiaku.
aku menaiki panggung.dan mendapatkan piala bersama dua orang lainnya yang tidak aku kenal tapi,aku bahagia.
tapi,tiba tiba panitia berkata"mohon maaf sebelumnya,diantara kalian akan ada satu orang yang tidak bisa ikut keJepang dikarnakan penyelenggara ini mencabut satu beasiwa jadi hanya 2 orang saja.sekali lagi dari sponsor acara ini.kami mohon maaf yang sebesar besarnya.tapi,kami akan menyerahkan uang tunai seharga 50 juta untuk permohonan maaf dari kami.."aku menjadi pucat.panitia melanjutkan"dan..Zia mohon maaf,karna kamu juara 3 jadi,kamu tidak bisa pergi keJepang"
impianku buyar seketika.aku menahan tangis sebisaku dan mencoba tersenyum saat ketua acara itu memberikan uang tunai 50 juta.
diperjalanan pulang aku merasa kecewa.benar benar kecewa.
aku pulang dengan hati hampa.seluruh perjuanganku pengorbananku sia sia.aku langsung masuk kekamarku,ibuku menghampiri"kenapa Zia?bagaimana lombanya"
"aku menang bu.juara 3"
"wah..alhamdulillah..lalu kenapa malah sedih?"
"karna suatuhal juara 3 tidak bisa keJepang"aku mencoba menahan tangis.ibu termenung lalu tersenyum
"sudahlah,mungkin bukan rezeki.kalau keJepangnya diganti beribadah ketanah suci bagaimana?"
"maksud ibu?"tanyaku tak mengerti
"kita umrah bersama yah.."
aku tersenyum dan memeluk ibu.,kutatap langit biru.terima kasih tuhan..
end...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar